ANKARA - Turki mengatakan serangan udara terhadap konvoi militer Turki di Suriah menewaskan tiga warga sipil dan melukai 12 lainnya
Seorang sumber yang didukung Turki mengutip Reuters, Selasa (20/8/2019) mengatakan serangan udara pemerintah Suriah menghantam konvoi yang sedang berada di provinsi Idlib.
Kementerian Pertahanan Turki mengatakan konvoi militer itu diserang dalam perjalanan ke salah satu pos pengamatannya di barat laut. Serangan itu melanggar perjanjian Ankara dengan Moskow, yang telah diberitahu sebelumnya tentang konvoi itu.
Baca juga: Wajah Bocah 4 Tahun Dampak Perang Suriah
Baca juga: Upaya Terakhir Gadis 5 Tahun Selamatkan Adik Usai Rumah Terkena Bom
Turki telah menempatkan pasukan di Idlib berdasarkan kesepakatan dengan Rusia, sekutu paling kuat Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Media pemerintah Suriah mengatakan pengiriman konvoi ke Suriah adalah tindakan agresi dan masuk untuk membantu gerilyawan di Khan Sheikhoun.
Serangkaian gencatan senjata antara Rusia-Turki telah gagal mengakhiri pertempuran di Idlib.
Wilayah Barat laut adalah benteng besar terakhir oposisi Suriah terhadap Assad, yang militernya telah melakukan serangan sejak akhir April dengan bantuan Rusia.
Turki, yang menampung sekitar 3,6 juta pengungsi Suriah dan memperingatkan tidak dapat menerima lebih banyak, imbas serangan di Idlib dapat menyebabkan gelombang baru pengungsi.
(Rachmat Fahzry)