Sementara penyandera terlihat bersandar keluar dari pintu yang terbuka dengan sesuatu yang menyerupai bensin di tangannya.
Pelaku dilaporkan naik bus pada pukul 05.30 waktu setempat dan mengancam penumpang.
Dia dilaporkan memberi tahu para penumpang bahwa dia adalah seorang perwira polisi militer. Seorang juru bicara pasukan, Mauro Fliess, mengatakan belum dikonfirmasi apakah dia adalah seorang perwira atau hanya mengaku.
Satu situs berita merilis pesan WhatsApp yang dilaporkan ditulis oleh salah satu penumpang, mengatakan bahwa pria bersenjata itu mengikat tangan penumpang dan memiliki kaleng bensin serta pistol.
Polisi militer sebelumnya mencuti di Twitter bahwa tim operasi khusus sedang bernegosiasi dengan penyandera, "Petugas kami dilatih dan memiliki pengalaman praktis yang hebat dalam situasi semacam ini."
(Rachmat Fahzry)