PALEMBANG - Kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin terus meluas, bahkan sekat yang dibuat oleh tim satgas gabungan terdiri dari BPBD, TNI, Polri dan Manggala Agni tidak berhasil membuat kebakaran lahan berhenti.
Baca juga: Asap yang Menyelimuti Kota Jambi Kiriman dari Musi Banyuasin
Menurut Kepala Bidang (Kabid) kedaruratan penanggulangan BPBD Sumatera Selatan, hal ini terjadi karena tiupan angin yang begitu kencang membuat api dengan mudah melewati sekat yang telah dibuat.
"Karena tiupan angin yang kencang api ternyata melompati sekat bakar yang dibuat. Sudah dua kali dibuat sekat bakar," kata Ansori, Selasa (20/08/2019).
Baca juga: Polisi Periksa 9 Terduga Pembakar Lahan di Musi Banyuasin
Sudah ratusan hektar lahan terbakar di Desa Muara Medak, Bayung Lencir Banyuasin. Dua unit helikopter waterbombing juga dikerahkan untuk pemadaman melalui udara dengan kapasitas air 4000 liter per waterbombing. Meskipun begitu, Ansori mengatakan kondisi asap di lokasi sudah mulai menipis.
"Alhamdulilah kondisi asap sudah menipis di Muara Medak," Ucap Ansori.
Diketahui, 9 Unit alat berat diturunkan untuk melakukan penyekatan bakar di Musi Banyuasin, luas sekat yang dibuat berkisar 2 hingga 3 meter supaya api tidak meluas. Namun, karena kondisi musim kemarau dan angin yang kencang di lokasi membuat api dengan mudah merambah ke lahan kering.
(Awaludin)