Haedar pun menerangkan, pentingnya kedewasaan semua pihak dalam berujar, bersikap, dan bertindak agar tidak mengganggu keberadaan hidup bersama. "Kembangkan segala ikhtiar untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang ditunjukkan oleh kemauan dan sikap lapang hati untuk saling berbagi dan peduli, empati dan simpati, meminta maaf dan memaafkan, mengedepankan perdamaian, mengokohkan kebersamaan, serta menjunjungtinggi persatuan seluruh keluarga bangsa,” sambungnya.
Hanya dengan kearifan dan jiwa ikhlas satu sama lain, Haedar menyatakan, bangsa Indonesia akan tetap terjaga persatuan dan kebersamaannya di tengah dinamika hidup dalam kemajemukan. Haedar mengimbau masyarakat luas di seluruh Tanah Air agar mampu menahan diri, seksama, dan bijaksana. Khususnya dalam menghadapi berbagai masalah di tubuh bangsa Indonesia.
Menjujung tinggi kebersamaan dengan mengembangkan kearifan kolektif bahwa hidup bersama dalam kemajemukan memerlukan toleransi dan kedewasaan yang tinggi satu sama lain. “Bersama dengan itu warga masyarakat dan para elite agar tidak terpancing dan tidak mengembangkan isu-isu yang berpotensi memanaskan situasi dan hal-hal yang berpotensi memecah-belah keutuhan bangsa,” tegas dia.
Haedar juga berpesan kepada semua pihak bijak dalam menggunakan media sosial, dan tidak perlu dikembangkan pernyataan-pernyataan serta apapun yang dapat memperkeruh keadaan. Sebaliknya, perlu dikedepankan ajakan, imbauan, dan pesan-pesan yang menciptakan suasana damai dan kondusif.
"Sikap bijak dan lapang hati tidak akan meluruhkan keberadaan setiap elite, warga, dan komponen bangsa. Sebaliknya kebesaran jiwa dan kearifan justru melambangkan kekuatan spiritual, moral, dan akhlak mulia setiap insan dan golongan bangsa di negeri tercinta ini,” katanya.