Polisi Selidiki Pengibaran Bendera Bintang Kejora dalam Demo Tuntut Referendum di Sorong

Chanry Andrew S, Jurnalis
Rabu 28 Agustus 2019 11:36 WIB
Bendera bintang kejora di tengah unjuk rasa massa di Kota Sorong, Papua Barat (Chanry/Okezone)
Share :

SORONG - Polisi menyelidiki aksi pengibaran bendera bintang kejora dalam unjuk rasa menolak rasisme dan menuntut referendum untuk Papua dilakukan seribuan warga di Kota Sorong, Papua Barat, pada Selasa 27 Agustus kemarin. Polisi menduga ada pergeseran tujuan aksi tersebut.

“Seperti yang rekan-rekan lihat kan sudah mulai bergeser, artinya apa, kita akan dalami lagi, kita akan komunikasikan kembali, jadi supaya ini masyarakat juga untuk ketahui, sepertinya setelah ada pergeseran nilai-nilai untuk aksi-aksi,” kata Kapolres Sorong Kota, AKBP Mario Christy Siregar, Rabu (28/8/2019).

Baca juga: Komnas HAM Didesak Usut Rasisme Terhadap Mahasiswa Papua di Jatim

Dalam aksi yang berpusat di depan Kantor Wali Kota Sorong kemarin, massa membawa bendera bintang kejora yang identik dengan simbol kebesaran Organisasi Papua Merdeka (OPM).

 

Massa terdiri dari Aliansi Mahasiswa Peduli Surabaya-Malang dan warga Papua itu juga membawa spanduk berbentuk bintang kejora bertuliskan “penentuan nasib sendiri referendum”.

Sementara aparat TNI dan Polri yang mengawal aksi tak memberikan respons terhadap adanya bendera bintang kejora di tengah massa.

Baca juga: Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, 43 Orang Diamankan

Dalam aksinya, massa long march dan berkumpul di Jalan Achmad Yani lalu bergerak lagi ke halaman Kantor Wali Kota Sorong. Massa ikut menampilkan tarian adat Papua.

 

Massa mengecam tindakan rasisme dan intimidasi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur. Mereka meminta aparat penegak hukum menindak pelaku.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya