Untuk itu, kata Ical, Golkar tidak boleh hanya memikirkan masalah-masalah internal yang dihadapi, tetapi justru berada di depan membicarakan isu dan masalah-masalah strategis nasional. Partai Golkar diharapkannya lebih ‘concern’ pada situasi negara daripada sibuk membicarakan masalah internal partai.
Beberapa isu dan masalah strategis nasional dimaksudnya, antara lain yang amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyangkut kedudukan MPR, memasukkan kembali GBHN dan masa jabatan presiden; gejolak di Papua yang berpotensi mengancam persatuan dan kesatuan bangsa; masalah perekonomian nasional yang memerlukan kewaspadaan di tengah dinamika ekonomi global; serta polemik dan masalah pemindahan ibu kota negara
“Khusus gejolak yang sedang terjadi di Papua, terutama dengan aksi yang cenderung anarkis, perusakan fasilitas umum dan negara , ancaman dan tindak kekerasan yang menimbulkan korban perajurit TNI/POLRI, Dewan Pembina Partai Golkar mendesak pemerintah agar Negara hadir secara signifikan di tengah-tengah gejolak itu untuk menimbulkan rasa aman dan melindungi masyarakat keseluruhan, menghindari lebih banyak korban dan tentu saja mencegah upaya yang bermaksud mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Ical.
(Qur'anul Hidayat)