Dewan Pembina Ingatkan Kader Golkar Lebih Fokus Pikirkan Masalah Bangsa

Achmad Fardiansyah , Jurnalis
Kamis 29 Agustus 2019 23:26 WIB
Aburizal Bakrie (Ical).
Share :

JAKARTA –Dewan Pembina Partai Golkar menyatakan, dinamika yang terjadi dalam partai merupakan pertanda bahwa kompetisi menjelang Musyawarah Nasional (Munas) berjalan secara terbuka dan demokratis. Namun diharapkan suasana internal partai tetap kondusif, terjaga soliditas partai, tidak anarkis dan tetap mengindahkan aturan partai.

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie, posisi pihaknya dalam menghadapi dinamika internal partai masih tetap berpegang pada surat Wanbin Partai Golkar kepada DPP Partai Golkar tanggal 25 Juni 2019 tentang Arahan, Petunjuk, Pertimbangan, Saran dan Nasehat Dewan Pembina Partai Golkar kepada DPP Partai Golkar.

Berdasarkan posisi itu, lanjut dia, Dewan Pembina mempercayakan sepenuhnya kepada Aburizal sebagai ketua untuk melakukan komunikasi, langkah dan pendekatan yang diperlukan kepada berbagai komponen partai termasuk pihak yang berkompetisi, agar suasana kondusif menjelang Munas tetap terjaga Golkar dapat berperan signifikan dalam menyukseskan tugas negara dan pemerintahan.

“Dewan Pembina mengingatkan, bahwa tugas utama partai politik, apalagi bagi Partai Golkar yang menempati jumlah kursi terbesar kedua di DPR RI, adalah memikirkan dan memperhatikan masalah-masalah bangsa seperti persatuan dan kesatuan , memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan bangsa,” ujar pria yang akrab disapa Ical dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Kamis (29/8/2019).

Untuk itu, kata Ical, Golkar tidak boleh hanya memikirkan masalah-masalah internal yang dihadapi, tetapi justru berada di depan membicarakan isu dan masalah-masalah strategis nasional. Partai Golkar diharapkannya lebih ‘concern’ pada situasi negara daripada sibuk membicarakan masalah internal partai.

Beberapa isu dan masalah strategis nasional dimaksudnya, antara lain yang amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyangkut kedudukan MPR, memasukkan kembali GBHN dan masa jabatan presiden; gejolak di Papua yang berpotensi mengancam persatuan dan kesatuan bangsa; masalah perekonomian nasional yang memerlukan kewaspadaan di tengah dinamika ekonomi global; serta polemik dan masalah pemindahan ibu kota negara

“Khusus gejolak yang sedang terjadi di Papua, terutama dengan aksi yang cenderung anarkis, perusakan fasilitas umum dan negara , ancaman dan tindak kekerasan yang menimbulkan korban perajurit TNI/POLRI, Dewan Pembina Partai Golkar mendesak pemerintah agar Negara hadir secara signifikan di tengah-tengah gejolak itu untuk menimbulkan rasa aman dan melindungi masyarakat keseluruhan, menghindari lebih banyak korban dan tentu saja mencegah upaya yang bermaksud mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Ical.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya