BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan wilayah ibu kota negara di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki beberapa keunggulan, di antaranya akses terhadap infrastruktur yang cukup baik.
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Bernardus Wisnu Widjaja mengatakan wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) dan Penajam Paser Utara (PPU) diapit oleh dua daerah yang sudah berkembang, yakni Balikpapan dan Samarinda.
Di sekitaran wilayah itu, akses terhadap transportasi udara dan laut berikut infrastrukturnya sudah cukup baik. Karena itu, ia melihat tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk mengembangkan wilayah tersebut.
"Daerah ini diapit dua daerah yang sudah berkembang, yaitu kota Samarinda dan Balikpapan. Untuk transportasi udara dan laut tidak perlu lagi biaya besar karena sudah ada jaringan jalannya," kata Wisnu saat berbincang dengan Okezone, beberapa waktu lalu.
Kendati akses menuju bandara atau pelabuhan sangat dekat, pembangunan wilayah di ibu kota baru perlu memerhatikan pengendalian tata ruang berbasis mitigasi bencana. Dengan demikian pembangunan sarana-prasarana tidak menabrak pakem kebencanaan yang sudah terdeteksi.
"Kalau membangun tidak hati-hati, risikonya menjadi besar. Misalnya yang tadinya nggak banjir jadi banjir. Kalau bangunnya nggak pas bisa banjir," jelasnya.
Keunggulan lainnya, wilayah ibu kota yang baru relatif aman dari potensi ancaman bencana. Wisnu mengungkapkan, peta getaran kegempaan di wilayah tersebut relatif rendah. Selain itu, potensi ancaman banjir hanya berada pada titik-titik tertentu saja.