Wisnu menuturkan, potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut relatif kecil lantaran tanahnya mengandung mineral. Dengan demikian, secara umum wilayah ibu kota yang baru relatif aman dari ancaman bencana.
"Jadi aman lah nggak usah terlalu khawatir dengan ancaman bencana di situ, kecuali kalau kita merusak alam itu akan menimbulkan bencana sendiri," tukasnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi telah resmi memutuskan Ibu Kota akan dipindah ke Kalimantan Timur. Lokasi tepatnya yakni di sebagian Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara (PPU).
Berdasarkan hasil kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), butuh sekira Rp466 triliun untuk proses pemindahan serta pembangunan Ibu Kota baru di Kalimantan Timur. Uang Rp466 triliun tersebut rencananya bersumber dari APBN, Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta pihak swasta.
(Rizka Diputra)