Salahuddin mengatakan bahwa "langkah keras" yang diambil oleh pemerintah Pakistan telah menghambat kemampuan kelompoknya untuk mengambil tindakan.
"Langkah-langkah ini telah menahan kami dari meluncurkan perlawanan bersenjata terhadap India dalam langkah yang tidak adil," katanya.
BACA JUGA: Pertama Kalinya dalam Tujuh Dekade, India Cabut Status Otonomi Khusus di Kashmir
Para pejabat di Pakistan mengatakan pemerintah berusaha menunjukkan bahwa Islamabad berperilaku bertanggung jawab dan telah menolak isu bahwa mungkin ada godaan untuk menggunakan pasukan militan Kashmir sebagai proksi terhadap India.
Salahuddin, yang berasal dari Badgam di Kashmir yang dikelola India, dimasukkan dalam daftar teroris global oleh Washington pada 2017. Pemerintah Pakistan saat itu mengatakan langkah tersebut tidak dapat dibenarkan.
(Rahman Asmardika)