Enam Tewas dalam Baku Tembak di Perbatasan India-Pakistan

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 26 Desember 2019 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 26 18 2146250 enam-tewas-dalam-baku-tembak-di-perbatasan-india-pakistan-FSimjoza70.jpg Foto: Reuters.

NEW DELHI – Tembak menembak yang terjadi di perbatasan India-Pakistan dilaporkan menewaskan sedikitnya enam orang. Saling tembak dan serangan artileri antara kedua negara bertetangga itu telah berlangsung selama lebih dari sepekan.

Tentara Pakistan telah mengklaim bahwa mereka merusak sebuah pos penjagaan India, menewaskan tiga tentara India. Sementara itu dua tentara Pakistan kehilangan nyawa mereka dalam tembakan balasan.

BACA JUGA: Perang Nuklir India-Pakistan dapat Tewaskan 125 Juta Jiwa dalam Sepekan

Pelanggaran Gencatan Senjata India (CFV) di sepanjang Garis Kontrol (LoC) selama 36 jam terakhir. Menanggapi CFV, di Sektor Haji Pir, pasukan tentara Pakistan merusak pos India menewaskan tiga tentara India termasuk seorang Subedar, beberapa juga terluka,” sebagaimana disampaikan ISPR, sayap media angkatan bersenjata Pakistan mengatakan pada Kamis, 26 Desember. Subedar adalah pangkat setara kapten dalam militer India.

Pada Rabu tentara India telah mengatakan bahwa seorang tentara India dan seorang warga sipil tewas ketika Pakistan melanggar perjanjian gencatan senjata dan melepaskan tembakan di Baramulla, Kashmir utara, demikian diwartakan Sputnik.

Kedua negara yang memiliki senjata nuklir itu saling menuduh telah melanggar perjanjian gencatan senjata 2003 sebanyak 3.000 kali hingga tahun ini. Dalam sepekan terakhir, ada tembakan artileri lintas perbatasan yang terus-menerus, menyebabkan beberapa warga sipil cedera di kedua sisi.

BACA JUGA: Sempat Tegang, India dan Pakistan Saling Ancam Tembakkan Rudal

Ketegangan antara kedua negara bertetangga itu meningkat sejak 14 Februari, ketika 40 personel keamanan India terbunuh dalam serangan bom bunuh diri di Kashmir, dengan kelompok teror yang berbasis di Pakistan mengaku bertanggung jawab atas hal itu.

Pada Agustus, India mencabut status khusus Kashmir dan menjadikannya wilayah persatuan yang dikelola secara federal, memicu kemarahan Pakistan dan mendorongnya untuk mengangkat masalah itu di PBB.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini