Polri Bantah Sweeping Asrama Mahasiswa Papua, Ingatkan LBH Jakarta soal Bahaya Hoaks

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Senin 02 September 2019 18:41 WIB
Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo. (Foto: Puteranegara/Okezone)
Share :

JAKARTA - Polri membantah pernyataan Direktur LBH Jakarta Arif Maulana soal aksi sweeping polisi ke asrama-asrama mahasiswa Papua di Indonesia, terkait penanganan unjuk rasa di Papua dan Papua Barat.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menganggap tudingan tersebut tak berdasar. Malahan kata dia, Polri menjamin keselamatan dan keamanan mahasiwa asal Papua.

"Tak benar, tidak benar, justru Polri jamin keamanan seluruh mahasiswa Papua yang sedang tuntut ilmu," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/9/2019).

Dedi mengingatkan kepada LBH Jakarta untuk berhati-hati memberikan informasi. Jika informasi yang disampaikan adalah hoaks, maka bisa dijerat pidana.

"Sweeping dasarnya apa, nanti LBH buat berita hoaks, nanti bisa kami pidanakan loh dia. Dasarnya apa, faktanya dia di mana, laporkan kalau ada polisi seprti itu," ucap Dedi.

Polisi menjaga ketat asrama mahasiswa Papua di Surabaya. (Foto: Syaiful Islam/Okezone)

Dedi menegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas pada anggotanya jika terbukti melakukan sweeping di asrama mahasiswa Papua, "Kalau terbukti anggota seperti begitu pasti ditindak," ujar Dedi.

Arif Maulana sebelumnya menyatakan, penangkapan delapan warga Papua dinilai tidak tepat dilakukan dan menciderai nilai-nilai demokrasi, serta mengarah pada diskriminasi etnis. Koalisi Masyarakat Sipil untuk Demokrasi mengeluarkan sikap dan meminta agar penangkapan segera dihentikan.

"Menghentikan penyisiran atau sweeping atau hal-hal sejenis ini kepada asrama-asrama mahasiswa Papua," kata Arif Maulana saat berbincang dengan Okezone, Senin (2/9/2019).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya