PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru merasa kaget dan sedih salah satu pimpinan daerah di Sumatera Selatan yakni Bupati Muara Enim, Ahmad Yani ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga terkait kasus suap proyek.
Meskipun status Ahmad Yani belum jelas dijadikan tersangka atau sekedar saksi, Herman Deru akan menyiapkan Pelaksana Harian (Plh) demi berjalannya tonggak kepemimpinan di Kabupaten Muara Enim.
"Setelah kita mendapatkan pemberitahuan resmi kita angkat Plh. Kalau 1x24 jam masih belum ada pemberitahuan resmi kita tunjuk dulu Plh-nya," ucap Gubernur Sumsel, Herman Deru usai menghadiri Sertijab kepala BPK Sumsel, Selasa (3/8/2019).
Baca juga: Kena OTT KPK, Bupati Muara Enim Punya Harta Rp4,7 Miliar
Kata Herman, hingga saat ini dirinya belum mendapat kabar apapun termasuk keberadaan Bupati Muara Enim Ahmad Yani pasca OTT dari KPK.
"Keberadaan beliau (Ahmad Yani) belum terinfo ke saya, baik surat maupun telegram atau pemberitahuan yang lain belum ada," lanjut Herman.
Baca juga: KPK Tentukan Status Hukum Bupati Muara Enim dan Tiga Orang Lainnya Hari Ini
Masih dikatakan Herman, untuk kepentingan kepemimpinan di Kabupaten Muara Enim, sebagai Gubernur Sumsel dirinya akan secepatnya memanggil Wakil Bupati Muara Enim Juarsyah untuk koordinasi.
"Nanti dalam waktu cepat saya panggil. Saya akan bicara dengan dia (Juarsyah)," tutup Deru.
(Awaludin)