Respon IJTI Pusat Terhadap Laporan Ijti Papua Barat

Fetra Hariandja, Jurnalis
Rabu 04 September 2019 16:45 WIB
Aksi Demonstrasi di Manokwari, Papua Barat Tolak Rasisme Warga Papua (foto: Ist)
Share :

JAKARTA - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pusat merespon laporan IJTI Papua Barat terkait beredarnya video propaganda yang meresahkan warga dengan berkedok karya jurnalistik, karena diduga kuat dilakukan dua orang oknum wartawan televisi.

Ketua Umum IJTI, Yadi Hendriana mengatakan, dua orang Jurnalis televisi (masing-masing televisi lokal dan nasional) melakukan pengambilan gambar pada 23 Agustus 2019 berupa wawancara peserta aksi atas nama Lenonarde Ijie pada saat aksi menyalakan lilin di kota Sorong merespon aksi rasisme di Kota Malang dan Surabaya.

Baca Juga: Wiranto Sebut Penetapan Tersangka Veronica Koman Sesuai Prosedur Hukum 

“Hasil wawancara yang dilakukan dua orang Jurnalis televisi terhadap peserta aksi atas nama Leonarde Ijie kemudian diedit. Hasil editing itu kemudian beredar dan meresahkan warga karena isinya dinilai berisi ujaran kebencian dan propaganda,” kata Yadi dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Rabu (4/9/2019).

Atas situasi ini, kata Yadi, membuat sejumlah jurnalis dari berbagai platform terhambat melakukan tugas-tugas jurnalistiknya karena khawatir ada penolakan dari masyarakat. “Hasil editan video dua oknum Jurnalis tersebut beredar di media sosial dan pesan berantai di Whatapps namun tidak tayang di televisi atau media mainstream lainnya sebagai karya jurnalistik,” sambung dia.

 

Dia menambahkan, Pengurus Pusat IJTI menyampaikan pekerjaan mengambil gambar/rekaman wawancara peserta aksi atas nama Leonarde Idjie yang dilakukan dua orang Jurnalis televisi di Sorong, Papua Barat adalah tugas jurnalistik dalam proses peliputan untuk kemudian diolah menjadi karya jurnalistik sesuai kaidah-kaidah yang berlaku dalam Kode Etik Jurnalistik.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya