Menanti Langkah Konkret Pemerintah Redakan Konflik Papua

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Kamis 05 September 2019 07:30 WIB
Demo mahasiswa dan pemuda Papua di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/8/2019). (Foto : Arif Julianto/Okezone)
Share :

Pendekatan Dialog ala Jokowi atasi Konflik Papua

Untuk mengatasi masalah di Papua dan Papua Barat, Presiden Jokowi menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pendekatan kemanusiaan. Jokowi meminta aparat keamanan untuk melakukan tindakan yang persuasif dalam menangani masalah Papua.

Selain itu, Jokowi pendekatan yang dilakukan untuk mengatasi masalah Papua adalah dialog.

"Untuk pendekatan ke Papua, dialog dan kesejahteraan harus didahulukan. Tetapi, ada perbedaan pandangan bahwa Jokowi dan Jakarta beda," katanya di Istana Negara, 3 September 2019.

Untuk menenangkan kondisi masyarakat Papua, Jokowi sudah memiliki rencana untuk melakukan kunjungan ke sana, guna membuka dialog dengan kepala suku demi kemajuan dan kedamaian daerah tersebut. Meski begitu, Presiden masih belum menemukan waktu yang tepat untuk melakukan kunjungan.

Selain itu, kesejahteraan jadi kunci untuk menjaga stabilitas di Bumi Cenderawasih. Jokowi ingin kesejahteraan masyarakat Papua meningkat, begitu juga dengan pembangunannya.

"Saya pemerintah akan terus berkomitmen untuk memajukan Papua baik dalam bidang fisik maupun SDM agar kita semua utamanya, khususnya mama-mama, mace, pace, dan siapapun bisa lebih maju dan sejahtera," katanya, 29 Agustus 2019.

Jokowi memandang permasalahan di Papua sebagai hal kompleks. Tidak hanya soal kesejahteraan, tapi juga keamanan.

Jokowi meminta aparat keamanan untuk menindak tegas para pelaku pelanggar hukum demi menjaga ketertiban dan keamanan.

"Tak ada toleransi bagi perusuh dan tindakan anarkis dan juga memerintahkan aparat keamanan menindak tegas siapa pun yang melakukan tindakan rasialis dalam bentuk apa pun. Saya dapat laporan hukum dilakukan baik oknum sipil maupun militer yang lakukan tindakan itu," ujar Jokowi.

Sementara itu, aparat keamanan terus bekerja menjaga stabilitas di Papua dan Papua Barat usai rentetan demo. Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sudah ke sana pada akhir Agustus 2019, untuk membuka dialog dengan tokoh adat, agama, dan masyarakat Papua guna mendinginkan situasi.

Untuk menangani permasalahan yang ada di Papua, Panglima TNI mengatakan permasalahan itu harus diselesaikan dengan sudut pandang Papua dan komunikasi dengan cara-cara Papua. Pasalnya, tidak akan bisa memahami permasalahan-permasalahan Papua tanpa dari sudut pandang Papua.

Pada 2 September 2019, Kapolri dan Panglima kembali ke Papua dan "berkantor" di sana selama beberapa hari, guna memastikan situasi kembali kondusif.

Kapolri dan Panglima kembali akan menggelar dialog dengan tokoh agama, adat, masyarakat untuk menghentikan adanya potensi kerusuhan lanjutan.

Hadi Tjahjanto menegaskan, saat ini kondisi di Papua khususnya di Kota Jayapura dan sekitarnya aman dan kondusif. "Semua sudah aman dan kondusif. Semalam saya memantau dengan bapak Kapolri bahwa semua sudah aman. Mudah-mudahan kita segera lakukan rehabilitasi, khususnya di kota Jayapura dan seluruh kegiatan masyarakat berjalan dengan lancar," kata Hadi di Lanud Silas Papare, Jayapura, kepada wartawan, Rabu (4/9/2019).

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya