Pembicaraan Damai Dibatalkan, Taliban: Akan Lebih Banyak Pasukan AS yang Tewas

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 09 September 2019 09:46 WIB
Tentara AS dan NATO menyelidiki lokasi serangan bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan, 5 September 2019. (Foto: Reuters)
Share :

KABUL – Pembicaraan damai antara kelompok Taliban di Afghanistan dengan Amerika Serikat (AS) telah berakhir setelah Presiden Donald Trump secara sepihak membatalkan perundingan rahasia yang rencananya digelar pada Minggu, 8 September. Taliban memperingatkan bahwa pembatalan tersebut akan membuat lebih banyak warga AS yang kehilangan nyawanya di Afghanistan.

Pembicaraan yang semula akan digelar di kamp presiden di Kamp David, Maryland itu dibatalkan setelah Taliban mengklaim bertanggungjawab atas serangan bom yang menewaskan seorang tentara AS dan 11 orang lainnya.

BACA JUGA: AS dan Taliban Lanjutkan Perundingan untuk Akhiri Perang Terlama Amerika

Juru Bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengkritik keputusan Trump untuk membatalkan dialog tersebut. Dia mengatakan bahwa tentara AS juga tengah melakukan serangan ke Afghanistan pada saat yang bersamaan.

"Ini akan menyebabkan lebih banyak kerugian bagi AS," katanya sebagaimana dilansir Reuters, Senin (9/9/2019). "Kredibilitasnya akan terpengaruh, sikap anti-perdamaiannya akan terekspos ke dunia, kehilangan nyawa dan aset akan meningkat."

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya