Pernyataan Mahathir datang di tengah meningkatnya ketegangan rasial atas isu-isu yang dianggap pro Melayu dan kampanye untuk memboikot produk-produk 'non-Muslim' oleh kelompok media sosial yang telah mengumpulkan ratusan ribu anggota.
Mahathir mengingat kembali masa-masa mudanya di Alor Setar selama era Inggris, dan bagaimana orang-orang Melayu lokal tampak puas dengan berdagang paruh waktu dan tidak mau memperluas bisnis mereka.
Orang Melayu, kata dia merasa nyaman karena pekerjaan kotor dan pekerjaan berisiko dilakukan oleh orang asing.
"Keyakinan mereka adalah bahwa negara mereka tetap berada di bawah kepemilikan mereka. Itulah yang saya lihat ... tetapi pemikiran mereka salah. Karena mereka tidak mau bekerja keras, untuk melakukan bisnis dengan serius, mereka tetap miskin.”
"Kesenjangan antara mereka dan ras lain yang bekerja keras dan berbisnis menjadi lebih luas. Apa yang terjadi adalah orang kaya menjadi lebih kaya dan orang-orang Melayu yang miskin menjadi lebih miskin," tulis Mahathir.
(Rachmat Fahzry)