Ini Dugaan Penyebab Ledakan di Gudang Bahan Peledak Mako Brimob Jateng

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis
Sabtu 14 September 2019 13:05 WIB
Karo Penmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan ledakan di Mako Brimob Polda Jawa Tengah disebut berasal dari bahan peledak (handak) sisa-sisa peninggalan perang dunia kedua yang disimpan dalam gudang. Dugaan awal terjadi ledakan lantaran terpicu suhu udara panas.

“Informasi yang saya dapat memang bom-bom sisa peninggalan perang dunia kedua itu adalah bom-bom yang cukup tua kemudian memiliki tingkat sensitivitas cukup tinggi. Bisa dipicu oleh udara yang panas bisa menjadi salah satu pemicu ledakan," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (14/9/2019).

Baca Juga: Gudang di Mako Brimob Jateng yang Meledak Berisi Bom Sisa Perang Dunia 

Namun, sambung Dedi, pihaknya akan melakukan pengecekan lebih lanjut ke tempat kejadian pekara terlebih dahulu oleh tim penjinak bom (jibom). "Untuk hasil secara scientific apa yang menjadi faktor penyebab ledakan tersebut nanti dari jibom (penjinak bom) akan mengecek dan tim dari Inafis," ucapnya.

 

Dibeberkan Dedi, saat ini pihaknya sedang fokus melakukan pendinginan terhadap beberapa handak yang mungkin masih masih belum meledak.

"Kemudian yang berikutnya melakukan pendataan kembali apa yang jadi kerusakan pada ledakan tersebut sambil menunggu tim jibom dari Polri hari ini sudah terbang ke Jawa Tengah untuk melakukan penjinakan. Kemudian melakukan sterilisasi, dan kemudian apabila masih ditemukan handak-handak yang cukup berbahaya langkah selanjutnya akam dilakukan disposal. Disposal tersebut tentunya sangat tergantung oleh situasi dan aspek keamanan," ujarnya.

Baca Juga: Ledakan Gudang Bahan Peledak di Mako Brimob Jateng, Korbannya Tak Ada Warga Sipil 

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya