Burung Merpati Jadi Mata-Mata AS Selama Perang Dingin

Rachmat Fahzry, Jurnalis
Selasa 17 September 2019 08:08 WIB
Replika burung merpati yang dipasang kamera di Museum Antwerp, Belgia. (Foto/Wikipedia Commons)
Share :

Satu file merinci pelatihan menggunakan elang Kanada di atas kapal.

Merpati terbukti paling efektif dan pada pertengahan 1970-an CIA mulai menerbangkan serangkaian misi pengujian. Satu di atas penjara, satu di atas Yard Navy di Washington DC.

Burung merpati itu dipasang dengan kamera berharga USD2 ribu (Rp28 juta) yang memiliki berat hanya 35 gram.

Pengujian menunjukkan menghasilkan bahwa sekitar setengah dari 140 gambar berkualitas baik. Gambar-gambar menunjukkan detail yang sangat jelas dari orang yang berjalan dan mobil yang diparkir di Navy Yard.

Para ahli menemukan bahwa kualitas foto-foto itu lebih tinggi daripada yang dihasilkan oleh satelit mata-mata yang beroperasi saat itu.

Dalam sebuah misi, burung merpati dikirim secara diam-diam ke Moskow, Rusia. CIA melihat banyak cara mereka bisa dilepaskan, mungkin dari bawah mantel tebal atau dari lubang di lantai mobil ketika diparkir.

CIA bahkan berpikir merpati dapat dilepas jendela saat mobil melaju hingga 80 kilo meter per jam. Seekor merpati akan diluncurkan beberapa kilometer lokasi target dan kemudian akan terbang sebelum kembali ke tempat yang telah dilatih untuk pulang.

Berapa banyak misi sebenarnya yang dilakukan burung mata-mata merpati dan apa yang CIA kumpulkan? Rupanya itu masih rahasia.

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya