Dengan tidak memancarkan sinyal ELT, diharapkan pesawat melakukan pendaratan darurat, sehingga masih ada kemungkinan kru dan penumpang selamat.
"Prediksi dengan tidak memancarkan ELT itu, artinya kesempatan mereka hidup atau pesawat hanya melaksanakan pendaratan darurat itu masih memungkinkan. Karena kalau pesawat mendarat darurat, ELT memang tidak memancarkan sinyal," ujarnya.
Tim SAR gabungan terdiri dari personel Kantor Pencarian dan Pertolongan, Lanud Yohanis Kapiyau, Satuan Brimob dan pihak PT Carpediem Aviasi Mandiri, pagi tadi melakukan pencarian menggunakan pesawat Twin Otter dan Heli (Eurocopter) Caracal ke arah lokasi terakhir pesawat hilang kontak dengan ketinggian 13.000 feet. Namun upaya itu belum membuahkan hasil.
Baca Juga: Pesawat Twin Otter Hilang Kontak dalam Penerbangan di Papua
(Fiddy Anggriawan )