JAKARTA - Ketua Umum Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Roem Kono menyebut kejadian di Hotel Sultan, Jakarta, pada Kamis 19 Spetember 2019 oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan sebagai ormas MKGR adalah kegiatan ilegal dan tidak dikenal oleh pengurus resmi.
"Acara itu sangat merusak citra MKGR, karena satu-satunya ormas yang paling solid selama ini adalah MKGR," ujar Roem Kono dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (20/9/2019).
Roem Kono mengatakan, tujuan para oknum tersebut tidak lain sebagai pelemahan terhadap Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, yang secara massif mendapat dukungan dari daerah-daerah.
Dia mengatakan, ada niat yang tidak baik dari kekuatan tertentu untuk menghancurkan Golkar melalui orang-orang di internal Golkar, semacam proxi war. "Sayangnya mereka tutup mata demi meraih kekuasaan dengan menghalalkan segala cara," kata Roem Kono.
Sebagai Ketua Umum Ormas MKGR, dirinya menginstrusikan kepada semua kader MKGR yang berpikiran waras dan cerdas serta mencintai ormas supaya tenang dan menahan diri.
"Karena fakta menunjukkan yang melakukan tindakan tersebut adalah orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka ingin mendapatkan tiket dalam Munas Golkar dengan cara-cara premanisme," tuturnya .
Baca Juga : Namanya Dicatut, Ormas MKGR Bubarkan Acara di Hotel Sultan
Baca Juga : Agung Laksono Minta Elit Politik Jangan Obok-Obok Golkar!
Ia juga meminta DPP tetap berpegang teguh pada AD/ART MKGR. "Kita tetap berpijak pada nilai-nilai yang menjadi komitmen kita sebagai organisasi besar," kata dia.
"Sekali lagi, Saya sangat kecewa dengan adanya campur tangan dan keterlibatan dari tokoh. Kami mempercayakan kepada kader-kader bidang hukum untuk mengambil langkah-langkah hukum kepada oknum-oknum tersebut. Seluruh pimpinan MKGR harus tetap solid dan cerdas. Kepada ketua-ketua di daerah terima kasih atas kesetiaanya menjaga marwah MKGR," tutupnya.
(Angkasa Yudhistira)