Marak Aksi Demonstrasi, Pengamat Duga Ada Indikasi Delegitimasi Pemerintah

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis
Rabu 25 September 2019 01:43 WIB
Pangi Syarwi Chaniago
Share :

JAKARTA - Analis politik Pangi Syarwi Chaniago menduga ada pihak yang sengaja mengatur melakukan aksi unjuk rasa secara rutin untuk mengacaukan situasi perpolitikan nasional menjadi kacau.

"Saya melihat ada setting-an untuk membuat kondisi politik tidak teratur, kacau. Apabila terjadi instabilitas politik otomatis merugikan Jokowi," ujar Pangi, Selasa (24/9/2019).

Pangi menduga dengan begitu kompleks masalah yang sekarang dihadapi pemerintah, kemudian dibarengi dengan Presiden Jokowi yang enggan mengambil sikap.

"Begitu kompleks masalahnya, sementara Jokowi enggak punya sikap. Mulai kabut asap, konflik Papua, RUU KPK yang sangat rentan ditunggangi kepentingan dan agenda lain yang ingin membuat kekacauan, sehingga Jokowi bisa gagal dilantik," katanya.

Adapun puncaknya hari ini, aksi demonstrasi di berbagai wilayah terjadi secara serentak di kota-kota besar yang ada di Indonesia. Sehingga dengan begitu membuat kondisi negara tak stabil.

"Aksi ini membuat kondisi tidak stabil dan stabilitas politik terganggu. Apabila Jokowi tidak mampu mengatasi situasi semacam ini, yang sangat kompleks, bisa merusak legitimasi dan menganggu citra Jokowi," erang Pangi.

Mengenai adanya unsur terselubung untuk agenda menggagalkan pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024 pada 20 Oktober 2019, disebutkan Pangi bukan tidak mungkin terjadi.

"Intinya delegitimasi, ujungnya yang bisa ke arah sana (menjegal pelantikan)," tandas Pangi.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya