Pelepasan ekspor tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian phytosanitary certificate dari karantina ke eksportir sebagai jaminan kesehatan produk sekaligus persyaratan SPS (sanitary and phytosanitari) dari negara tujuan.
Jhoni Anwar, Kepala Karantina Pertanian Batam yang juga mendampingi kegiatan tersebut juga menjelaskan bahwa berdasarkan data otomasi barantan IQFAST, peningkatan ekspor yang melalui wilayah kerjanya meliputi berbagai sektor. Diantaranya sektor perkebunan, hortikultura, peternakan dan perikanan.
Senada dengan Kepala Barantan, Wali Kota Batam H Muhammad Rudi menyatakan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan kinerja SKPD yang ada dibawahnya agar bisa mendorong adanya investasi dibidang pertanian. Agar komoditas yang diekspor sudah diolah terlebih dahulu. Ia menyebutkan bahwa jika ada hambatan maka eksportir diminta menghubungi dirinya langsung bahkan lewat pesan singkat langsung ke nomor pribadinya.
Kepala Barantan berharap dengan adanya ekspor capaian ekspor komoditas pertanian tersebut, masyarakat tidak hanya mengerti namun bisa mengambil bagian terutama untuk menjadi eksportir diberbagai bidang atau sektor pertanian.
"Kita punya banyak program dan inovasi, ada Agro Gemilang, sistem in Line Inspection, e-cert dan lain-lain, silahkan itu dimanfaatkan dan dioptimalkan," pungkasnya. (ADV) (Wil)
(Risna Nur Rahayu)