MANADO – Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung bertolak ke Sulawesi Utara pada Minggu 6 Oktober 2019 malam, setelah menghadiri puncak Karnaval Karawo 2019 di Gorontalo. Mantan Dirut PT Telkom beserta rombongan tiba di Bandara Sam Ratulangi, Manado sekitar pukul 20.15 WITA.
Tujuan pertama menteri asal Banyuwangi ini adalah kuliner, tepatnya di Café Bakudapa. Di sana rombongan Menpar menikmati makan malam.
Di Bumi Kawanua, Menpar Arief Yahya telah ditunggu sejumlah agenda. Seperti meninjau perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, juga mengunjungi Festival Selat Lembeh yang masuk dalam Calendar of Event Kementerian Pariwisata.
“Potensi pariwisata di Sulawesi Utara ini sangat luar biasa. Pertumbuhannya juga bagus. Tidak salah jika mereka disebut The Rising Destination. Keseriusan Sulawesi Utara dalam mengelola pariwisata bisa dilihat dari terpilihnya KEK Likupang dalam destinasi super prioritas yang ditetapkan Presiden,” tutur Menpar Arief Yahya.
Dengan statusnya sebagai KEK dan destinasi super prioritas, perkembangan Likupang harus terus dipantau.
“Presiden ingin pembangunan dan pengembangan destinasi super prioritas dipercepat. Tidak hanya Likupang. Destinasi super prioritas lain juga terus kita genjot. Seperti Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo. Semua kita pantau,” jelasnya.
Menpar Arief Yahya di Gorontalo (Foto: Kemenpar)
Buat Menteri lulusan Telematika di University of Surrey itu Sulawesi termasuk daerah yang sangat kaya akan atraksi. Hal ini bisa dilihat dari kontribusi Sulawesi Utara dalam Calendar of Event Nasional.