Gandeng Surfaid, Kemendesa PDTT Tingkatkan Kesejahteraan di Daerah Terpencil

, Jurnalis
Senin 07 Oktober 2019 19:37 WIB
Foto: dok Kemendes PDTT
Share :

Sementara itu, Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Kemendes PDTT Aisyah Gamawati mengatakan Kemendes PDTT dan Surfaid telah menyusun Rencana Induk Kegiatan untuk tahun 2019-2022 dengan fokus garapan atau target sasaran di 48 desa tertinggal yang tersebar di 5 kecamatan di 4 kabupaten, yaitu Kabupaten Nias, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumba Barat dan Bima.

Dalam kerjasama ini akan melibatkan Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (Ditjen PDTu), Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Ditjen PPMD), serta Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT).

Kemendes PDTT direkomendasikan oleh Tim Pengawas Ormas Asing/Inter Kementerian untuk menjalin kerjasama dengan SurfAid karena Kemendes PDTT dinilai selaras dengan karakteristik dan lokus dari surfAid yaitu wilayah perdesaan serta berkarakteristik pantai.

"Di Kemendes PDTT, program kerja sama dengan SurfAid ini dilakukan oleh 3 Direktorat Jenderal yang akan bersama-sama berkoordinasi dan bersinergi mendukung pelaksanaan program dan kegiatan di lapangan serta akan melakukan pemantauan secara terintegrasi tentunya juga dengan melibatkan Kementerian Luar Negeri serta instansi lainnya guna memastikan pengelolaan bantuan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat sasaran.” katanya.

Di tempat yang sama, Douglas McGregor Lees, CEO SurfAid mengatakan SurfAid sangat berterima kasih karena kami bisa kembali bekerja lagi membantu masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah terpencil dimana biasanya pelayanan dasar dan kesempatan untuk berkembang itu lebih kurang dibanding daerah perkotaan. SurfAID sangat senang sekali dan berharap akan terus berkontribusi untuk membantu pemerintah indonesia dalam memajukan kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya