Ulama-Ulama Irak Lacurkan Gadis Muda dengan Modus Kawin Kontrak

, Jurnalis
Selasa 08 Oktober 2019 08:12 WIB
Ilustrasi Foto/Shutter Stock
Share :

LAPORAN investigasi BBC mengungkap sejumlah ulama di Irak melacurkan gadis-gadis muda dengan modus kawin kontrak.

Okezone hanya menyadur isi naskah dari laporan investigasi BBC News Arabic yang telah diterjemahkan BBC Indonesia.

Investigasi rahasia ke sejumlah kantor urusan pernikahan yang dikelola para ulama di dekat beberapa tempat suci paling penting di Irak menemukan bahwa sebagian besar ulama yang kami dekati bisa menyediakan jasa "kawin kotrak" untuk waktu yang sangat singkat - sesingkat satu jam saja - agar bisa berhubungan seks.

Beberapa di antaranya bisa "mengawinkan" kami dengan gadis kecil berusia sembilan tahun.

Baca juga: "Maaf Ibu", Pesan Gadis 12 Tahun yang Diperkosa 30 Lelaki Selama 2 Tahun

Baca juga: Seorang Ibu Lahirkan Bayi Kembar Tujuh Pertama dalam Sejarah Irak

Mereka juga menawarkan pasokan perempuan dan gadis di bawah umur sebagai pengantin dalam kawin kontrak.

Dokumentasi ini memperlihatkan bahwa ulama-ulama ini berperan sebagai germo sekaligus pemberi restu keagamaan atas praktik kekerasan seksual terhadap anak-anak.

Kawin kontrak

Kawin kontrak - nikah mut'ah - adalah praktik keagamaan kontroversial yang digunakan untuk melangsungkan pernikahan sementara, di mana sang perempuan mendapatkan bayaran.

Di negara-negara mayoritas Sunni, praktik yang sama disebut dengan kawin "misyah".

Praktik tersebut sebelumnya dilakukan untuk memungkinkan seorang pria yang memiliki istri ketika sedang bepergian.

Akan tetapi, kini hal itu dilakukan agar laki-laki dan perempuan dapat melakukan hubungan seks selama jangka waktu tertentu.

Masalah kawin kontrak memecah pendapat para cendikiawan Muslim, di mana sebagian mengatakan hal itu melegitimasi prostitusi, dan ada pula perdebatan tentang sesingkat apa masa kawin kontrak itu diizinkan.

Tim BBC Irak dan Inggris melakukan investigasi selama 11 bulan, merekam sembunyi-sembunyi para ulama, menemui para gadis dan perempuan yang pernah dieksploitasi secara seksual, sekaligus berbincang dengan para pria yang membayar para ulama untuk mencarikan mereka "pengantin kontrak". 

Setelah 15 tahun berperang, satu juta perempuan Irak diperkirakan menjanda dan banyak lainnya yang terlantar. 

Tim BBC menemukan bahwa banyak perempuan dan gadis Irak yang terdorong untuk menerima skema kawin kontrak karena faktor kemiskinan. 

"Anda bisa menikahi gadis selama setengah jam dan bisa langsung menikahi yang lainnya"

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya