Syekh Mus'ab Penfound, Pria Inggris yang Masuk Islam karena Melihat Perilaku Muslim

, Jurnalis
Kamis 10 Oktober 2019 07:09 WIB
Syekh Mus'ab Penfound. (Foto/Simply Islam)
Share :

MESKIPUN posturnya orang Eropa, tapi dia adalah seorang ahli Tafsir, Hadits, Aqidah, Hukum Islam, Bahasa Arab, Tarbiyyah, dan Metodelogi Dakwah. Dia belajar Islam di Hadramaut, Yaman.

Wajah dan postur tingginya benar-benar bule Eropa, seorang blonde. Tetapi dengan janggutnya yang dipanjangkan, mengenakan serban, berselendang, dan berbaju gamis, caranya berpakaian lebih mirip dengan ulama-ulama Islam keturunan Arab. Dia bernama Syekh Mus’ab Penfound.

Namun jangan salah, saat ini dia telah memiliki ijazah dan diperkenankan untuk mengajar Tafsir, Hadits, Aqidah, Hukum Islam, Bahasa Arab, Tarbiyyah, dan Metodelogi Dakwah.

Syekh Mus’ab Luke Martin Penfound, atau secara singkat biasa disapa Syekh Mus’ab saja, adalah seorang pria kelahiran Manchester, Inggris, yang memutuskan untuk masuk Islam di usia remaja.

Setelah dua tahun dalam masa pencarian, dia memutuskan untuk masuk Islam pada usia 18 tahun.

Saat ini, Syekh Musab tinggal di Hadramaut, Yaman, di mana dia masih melanjutkan studinya di bawah bimbingan gurunya, Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz, ulama besar asal Yaman yang nasabnya (garis keturunan) masih bersambung ke Nabi Muhammad SAW.

Tentang kisah perjalanannya dalam memeluk Islam, Syekh Mus’ab bercerita, “Saya dibesarkan di lingkungan sekuler di Manchester (Inggris) dengan latar belakang pendidikan yang cukup baik.” 

“Secara khusus, tidak ada yang aneh-aneh tentang bagaimana saya dibesarkan. Saya memiliki kecintaan yang besar terhadap musik. Kakekku memiliki kecintaan yang besar terhadap bahasa…. Saya pikir saya tidak pernah secara giat untuk melakukan “pencarian” (spiritual) terhadap apa pun.”

Sampai akhirnya suatu saat dia melihat langsung orang-orang Muslim yang hendak studi di salah satu universitas di Manchester dan melihat segala tingkah laku mereka.

Tertarik dengan tingkah laku (akhlak) mereka, Luke Martin Penfound (Syekh Mus’ab muda) kemudian mulai berinteraksi dengan mereka, dan melalui merekalah awalnya dia mulai mengenal Islam.

Penfound merasa kagum melihat mereka yang sungguh-sungguh belajar dan berdakwah dengan akhlak mulia. “Saya melihat senyuman mereka. Maksud saya, terkadang kita terlalu melihat hal-hal besar, tapi hal kecil ini sesungguhnya yang merupakan sumber inspirasi.”

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya