Setelah selama dua tahun mempelajari Islam, akhirnya dia menyimpulkan bahwa inti dari ajaran Islam adalah akhlak yang mulia. Hal itulah yang membuka pintu hidayah sehingga dia memeluk Islam. Dan bukan hanya itu, beberapa bulan kemudian dia pun berhasil mengajak orang tuanya untuk ikut memeluk Islam.
Setelah masuk Islam, pada tahun 2005 dia memutuskan untuk kuliah mengambil jurusan bahasa Arab dan Sejarah di University of Manchester. Dia juga berkelana jauh sampai ke Mesir dan Arabia Selatan untuk mempelajari dunia Islam.
Mengenai bahasa Arab, dia menganggap bahwa itu adalah sarana untuk dapat mempelajari dan melaksanakan Islam secara lebih dalam.
“Saat seseorang menjadi Muslim, walaupun perjalanan tidak berakhir sampai di sana, bahwa pengalaman pertama ketika Anda masuk ke dalam ajaran Islam rasanya sungguh luar biasa. Dan bahasa Arab adalah sarana suci untuk melestarikan dan kunci dalam berbagai aspek untuk mengungkapkan keindahan nafas dari tradisi kami (Islam)…. Bagi saya ini penting, saya harus melakukan ini (belajar bahasa Arab),” ujar Syekh Mus’ab.
Hadramaut
Pada awal-awal perjalanannya dalam memeluk Islam, dalam rangka untuk memahami lebih jauh, pikiran Penfound selalu bergulat dalam pencarian antara mana ajaran Islam yang autentik dan mana yang bukan.
Dengan perjumpaannya dengan banyak orang dan di banyak tempat, Penfound dapat menemukan keindahan Islam, tapi baginya itu belum cukup, dia mencari sebuah tempat di mana orang-orang masih melaksanakan ajaran Islam yang autentik.