Sampai akhirnya dia tahu tentang Yaman. “Yaman adalah fondasi besar dari bentuk klasik, suci, tradisional dari pendidikan (Islam). (Yaman) telah benar-benar menarik saya (untuk mendatanginya),” kata Syekh Mus’ab bercerita.
Baginya Yaman adalah sebuah tempat di mana tradisi suci dan autentik yang seluruhnya berasal dari Nabi Muhammad SAW tidak terputus dan sahih. Bagi dirinya yang dibesarkan di lingkungan dengan cara pandang sekuler, atau bahkan dalam tahap tertentu ateis, Yaman adalah tempat untuk dapat menghidupkan sisi spritual seseorang, karena menurutnya di sanalah seseorang dapat belajar Islam secara autentik.
Konsep antara murid dan guru di Yaman, menurut Syekh Mus’ab jauh berbeda dengan konsep modern di dunia Barat. Di Yaman, ikatan antara guru dan murid menurutnya sudah seperti hubungan ayah dalam mendidik anaknya.
“Ini bukanlah tentang sebagaimana baik mereka (murid) dapat menghadapi tes, dan memastikan mereka mampu berpikir analitis…. Tapi ini tentang bagaimana kemajuan sikap dan perilaku dari seseorang (akhlak). Dan menurut saya (Yaman) benar-benar telah menjalankan pendidikan klasik (Islam),” tuturnya.
(Rachmat Fahzry)