SEMARANG - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto diserang oleh dua terduga pelaku, saat kunjungan di Alun-Alun Menes Pandeglang Banten. Mantan Panglima ABRI itu diserang menggunakan pisau sejenis kunai yang biasa terlihat dalam film kartun Naruto.
"Yang perlu ditelaah lebih lanjut adalah terkait dengan senjata yang dipakai. Senjata ini perlu diselidiki, kan tidak bisa itu datang dengan tiba-tiba. Apakah ini dibuat sendiri atau ada yang membuat dan bagaimana cara menggunakan itu," kata pengamat terorisme, Najahan Musyafak, Sabtu (12/10/2019).
Baca juga: Polisi Diminta Tak Ragu Tindak Tegas Penyerang Wiranto
Dia mengatakan, pelaku terlihat piawai menggunakan senjata tajam tersebut. Selain bisa melakukan serangan dari jarak dekat setelah menerobos pengamanan, pelaku juga berhasil menikam perut Wiranto.
"Semua (senjata) ada tekniknya, teknik itu kan tidak bisa semua orang (bisa), karena bisa saja malah melukai diri sendiri. Jadi ada how to operate (mengoperasikan senjata), dia sudah mempelajari bagaimana menggunakan senjata ini," terangnya.
Baca juga: MUI soal Penusukan Wiranto: Tak Ada Agama Membenarkan Kekerasan
"Kemudian dari sisi korban di Pak Wiranto ada dua kali (tusukan) artinya dua kali itu kesempatannya itu kan dia punya cukup waktu untuk menyerang. Itu ditusuk kemudian ditarik dan ditusuk lagi, sesuai keterangan dokter kan dua kali tusukan," beber dia.