TAPANULI UTARA - Puluhan ternak babi mati akhir September 2019, di beberapa Kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara, disebabkan terserang virus Hog Cholera atau kolera babi.
Matinya puluhan ternak tersebut membuat masyarakat was-was. Namun, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan meyakinkan bahwa virus tersebut tak menyerang manusia. Saat ini ternak yang belum tertular sudah diberikan vaksin Hog Cholera dan ternak yang tertular sudah diobati.
Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Taput, Sondang E Y Pasaribu menerangkan, ternak terserang atau tertular virus Hog Cholera, terjadi akhir September 2019, di Kecamatan Siatas Barita, Kecamatan Tarutung, Kecamatan Sipahutar dan Kecamatan Pangaribuan.
“Untuk mencengah virus Hog Cholera mewabah dan menyebabkan kerugian bagi peternak yang umumnya tersebar di 15 Kecamatan se-Taput, kita tetap siaga dengan melaksanakan vaksinasi ternak di seluruh Kecamatan di daerah ini. Virus Hog Cholera tidak menyerang manusia. Namun ternak yang mati harus dikubur, agar bangkai ternak tidak menimbulkan penyakit lain bagi manusia,” ungkap Sondang E Y Pasaribu kepada Okezone, Selasa (15/10/2019).
Sondang E Y Pasaribu menjelaskan, gejala ternak tertular virus Hog Cholera, yakni demam, menggigil, kotoran mengeras, kurang nafsu makan dan sekitar telinga berwarna merah kebiruan. Dampaknya menyebabkan kematian, apabila tidak segera ditangan atau diobati.
Berdasarkan laporan petugas Kecamatan Siatas Barita, sebut Sondang E Y Pasaribu, ternak yang mati akibat tertular Hog Cholera sekitar 52 ekor. Upaya yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Taput melalui Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, yaitu melakukan vaksinasi ke ternak yang belum tertular (pencegahan), melakukan pengobatan kepada ternak yang sudah tertular.