Menuju Zero Hunger World, Kementan Ajak Masyarakat Bijak Kelola Makanan

, Jurnalis
Kamis 24 Oktober 2019 16:23 WIB
Foto: Kementan RI
Share :

Kakao, disamping untuk diekspor, di dalam negeri digunakan untuk berbagai produk olahan makanan dan minuman. Permintaan ekspor dan kebutuhan dalam negeri cukup besar, namun produktivitas kakao Indonesia masih rendah yaitu sekitar 0,8 ton per-hektar, padahal potensi produksi bisa 2,5 ton/ha/tahun.

"Melalui HPS 2019, kita akan gerakan peningkatan produksi dan pengolahan produk kakao melalui industri rumah tangga dan kelompok tani. Industri pengolahan biji kakao menjadi permen coklat akan ditampilkan pada acara puncak HPS 2019 di Desa Puudambu," ungkap Prihasto.

Sementara itu, sagu telah lama menjadi sumber karbohidrat masyarakat di beberapa wilayah Indonesia, sehingga dapat mengatasi ketahanan pangan nasional. Dengan luas areal sagu 500 ribu hektar, dan tahan terhadap perubahan iklim, Indonesia mempunyai peluang menjadi pelopor dalam modernisasi industri pengolahan sagu. Selain itu, pemanfaatan potensi sagu yang begitu besar akan menguntungkan Indonesia. Oleh sebab itu, menurut Prihasto, untuk pengembangan sagu nasional perlu dukungan dan kerjasama pemerintah, swasta dan masyarakat setempat.

Zero Waste

Melalui HPS, pihaknya ingin membangun kesadaran masyarakat Indonesia untuk menekan dan mengurangi sisa makanan. Sebab, menurut Prihasto, Indonesia merupakan negara penghasil sampah dari sisa makanan tertinggi di dunia yaitu sekitar 30-40%. Ada sekitar 13 juta ton sampah sisa makanan terbuang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya