Darman kemudian melakukan pendekatan ke Andra Agussalam selaku Dirkeu PT AP II. Darman lantas menemui Andra di ruang kerjanya pada 4 Juli 2018 dan berdiskusi soal proyek tersebut.
Setelah adanya kesepakatan, Andra memerintahkan orang kepercayaannya yakni, Marzuki Battung untuk membantu PT INTI mendapatkan proyek semi BHS.
"Kemudian Andra menyampaikan akan 'mengawal' pekerjaan tersebut di tingkat direksi PT AP II dan apabila ada hambatan agar menyampaikannya. Selain itu pada tanggal tersebut, terjadi pertemuan antara Darman, Marzuki Battung dan Darmawan Harijanto selaku Direktur Utama PT Berlian Kreasi Aneka Teknik (PT Berkat) untuk membicarakan masalah pekerjaan Semi BHS dimana PT Berkat adalah distributor resmi perangkat BHS bermerek Daifuku-BCS," papar Jaksa.
Andra kemudian mengenalkan Darman dengan Wisnu Raharjo, Direktur PT APP dan memberikan arahan agar membantu dan berkoordinasi dengan PT INTI terkait untuk pekerjaan pengadaan Semi BHS.
Setelah perkenalan tersebut, pada tanggal 17 September 2018 diadakan pertemuan di Soewarna Golf Club Tangerang yang dihadiri Marzuki Battung, Wisnu Raharjo dan Pandu Mayor Hermawan yang menjabat sebagai Vice President of Operation and Business Development PT APP, serta Darman dan Andi Nugroho selaku Senior Officer Strategic Business Unit Defense PT INTI).
Pertemuan tersebut membahas kesiapan PT INTI mengerjakan pekerjaan Semi BHS dan Marzuki Battung juga menyampaikan kepada Wisnu Raharjo bahwa dalam pekerjaan pengadaan dan pemasangan Semi BHS, PT APP harus menunjuk dan bekerjasama dengan PT INTI sebagai pelaksana pekerjaan dalam pengadaan Semi BHS, sebagaimana arahan dari Andra sebelumnya kepada Wisnu.
"Pada 6 Desember 2018, Darman menanyakan melalui aplikasi WhatsApp kepada Marzuki Battung perihal anggaran untuk pekerjaan X-Ray dan pekerjaan Semi BHS. Kemudian Marzuki Battung menyampaikan bahwa nilai pekerjaan Semi BHS adalah sekitar Rp130 miliar rupiah sedangkan nilai pekerjaan X-Ray adalah sekitar Rp24 miliar rupiah," beber Jaksa.