Kedua, banyaknya persimpangan jalan dan lalu lalang aktivitas masyarakat terutama di Pasar Cisarua membuat laju kendaraan terhambat. "Ada beberapa titik simpul kemacetan seperti penyempitan jalan, Pasar Cisarua dan persimpangan di Megamendung. Ini hambatan yang harus diselesaikan untuk sistem kanalisasi 2-1," kata dia.
Untuk itu, pihaknya meminta Pemkab Bogor dan BPTJ membenahi permasalahan tersebut sebelum kembali melakukan uji coba kanalisasi 2-1 di Jalur Puncak.
"Intinya sarana dan prasarana harus dipenuhi terlebih dahulu. Sistem kanalisasi 2-1 tidak akan diterapkan jika kondisi jalur belum siap. Jadi kami terapkan kembali sistem lama oneway," imbuhnya.
(Qur'anul Hidayat)