"Pak Bamsoet itu maju ke Ketua MPR atas keputusan DPP Golkar bukan keputusan orang perorang. Kalaupun dia dan ketum (Airlangga) ada pembicaraan, maka pembicaraan itu bisa batal. Bukan karena plin plan tapi karena ada tanggung jawab yang lebih besar maka kepentingan mereka harus ditanggalkan," ungkapnya.
"Jadi kalau ada kepentingan yang lebih besar kedua-duanya harus berjiwa besar. Masalah partai ini kan bukan milik mereka berdua, jadi kalau kader menginginkan mereka maju liat saja di Munas," ungkapnya.
Darul memang mendengar bahwa ada komitmen diantara Airlangga dan Bamsoet. Namun kembali lagi kata dia komitmen itu bisa dibatalkan lantaran ada kepentingan yang lebih besar.
"Ini kan hanya ada kesepakatan diantara mereka tapi itu bisa batal kalau ada kepentingan yang lebih besar. Kalau kepentingan pribadi itu harus dikalahkan untuk kepentingan partai," tukasnya.
(Awaludin)