Selain itu, ekstra rumput laut sering digunakan untuk mengendalikan gigi berlubang, dan memiliki sifat anti-inflamasi yang bermanfaat meningkatkan fungsi kelenjar ludah. Rumput laut juga merangsang pelepasan enzim pada pencernaan, sekaligus membantu penyerapan nutrisi di dalam tubuh. Ini berkat efek laxatif (pencahar ringan) yang terkandung dalam tumbuhan laut tersebut.
Beragam manfaat yang didapat dari rumput laut tersebut, membuat Anies bersemangat untuk mengembalikan kejayaan rumput laut di Kepulauan Seribu. Selain itu, budidaya rumput laut juga dapat mengangkat perekonomian warga Kepulauan Seribu.
Anies mengatakan, selama hampir 10 tahun, sejak dibudidayakan warga pulau pada 1989, rumput laut benar-benar menjadi primadona bagi warga. Terutama warga di Pulau Panggang dan Pulau Pari.
“Bahkan, hingga saat ini baik Pulau Panggang maupun Pulau Pari masih menjadi rujukan pengembangan rumput laut di Kepulauan Seribu,” ujar Anies beberapa waktu lalu.
Namun seiring waktu, pamor rumput laut mulai meredup hingga mencapai puncaknya saat krisis moneter melanda Indonesia. Faktor pencemaran lingkungan menjadi salah satu penyebabnya. Air laut yang menjadi sumber utama proses produksi kotor, berbau akibat cemaran limbah yang masuk ke perairan Kepulauan Seribu.