Ditugasi Jokowi Berantas Radikalisme, Menag Diminta Sowan ke Ormas hingga Tokoh Agama

Fadel Prayoga, Jurnalis
Jum'at 01 November 2019 19:42 WIB
Fachrul Razi saat Dilantik Jokowi Menjadi Menag di Kompleks Istana Kepresidenan (foto: Okezone/Arif Julianto)
Share :

JAKARTA - Presiden Joko Widodo resmi memilih Fachrul Razi menjadi Menteri Agama (Menag). Secara khusus, Jokowi memberikan tugas kepada Fachrul Razi untuk memberantas radikalisme yang marak terjadi.

Intelektual muda NU, Ubaidillah Amin Moch mengapresiasi tugas dari Jokowi untuk memberantas paham radikal. Terlebih dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, untuk pertama kalinya Menag dijabat oleh seorang Jenderal TNI.

Baca Juga: Menag Bantah Isu 50% Pegawai Kemenag Terpapar Paham Radikal 

Namun, Ubaidillah menyarankan Fachrul Razi untuk segera melakukan silaturahim dan konsolidasi dengan tokoh agama dan masyarakat. Tujuannya, Menag baru harus mampu merangkul berbagai agama dan ormas keagamaan di Indonesia.

"Saya kira itu bagus. Mencoba out of the box. Di Indoensia sebagian masyarakat pemeluknya muslim, apalagi bermacam-macam ormas keagamaan, sepatutnya bisa merangkul, dan mengayomi berbagai agama dan ormas keagamaan yang ada," kata Ubaidillah, Jumat (1/11/2019).

 

Dia menambahkan, silaturahmi dilakukan untuk membangun hubungan dengan berbagai lembaga keagamaaan, ormas keummatan dan lembaga dakwah lainnya. Menurut dia, silaturahim penting dilakukan untuk menerima segala aspirasi dari berbagai kelompok keagamaan di Idnonesia.

"Ini sangat penting. Tokoh agama, tokoh adat, adalah sosok yang sangat dihormati dan dijunjung tinggi oleh masyarakat kita. Aspirasi dan masukan dari mereka adalah representasi aspirasi masyarakat secara umum," ujar Pengasuh Ponpes Annuriyah Jember itu.

Selain itu, Ubaid juga menjelaskan bahwa corak beragama di Indonesia memiliki banyak paham sehingga pemangku kebijakan (Menag) harus rajin untuk mendengar segala aspirasi dari berbagai kalangan.

 

Dia juga menyarankan Fachrul Razi untuk mendatangi ulama yang memiliki pesantren. Sebab, kata Ubaid, pesantren menjadi instrumen penting dalam membumikan pemahaman agama yang toleran.

"Pesantren adalah wadah penanaman pemikiran dan indoktrinasi dari banyak generasi muda Islam. Jika pesantren dan kiyainya mempunyai sikap yang bersahabat dengan pemerintahan, akan begitu juga dengan para santrinya," tutur dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya