Nofel menyarankan Airlangga Hartarto memberikan kesempatan kepada kader lain untuk memimpin Golkar, agar dia bisa lebih fokus mengurus Kemenko Perekonomian.
"Makannya pekerjaan menko ini berat, kalau bisa fokus internal (Kementerian Perekonomian) selama dia mimpin terlaksana dalam 100 hari kerja sebagai menteri," ujarnya.
Menurut Nofel, banyak kader Golkar yang potensial untuk memimpin masa depan Golkar. Dia pun memuji Bambang Soesatyo sebagai jagoannya.
"Yang digadang-gadang DPD yang dipaksa untuk maju Bamsoet dia Ketua MPR bukan pembantu Presiden. Itu lebih pantas pilih ketum karena tugasnya engga berat," tutupnya.
(Salman Mardira)