JAKARTA - Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan mengatakan peluang Airlangga Hartarto untuk kembali terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar dalam Munas yang digelar pada awal Desember 2019 cukup besar.
Dikatakannya, posisi Airlangga yang kini juga menjabat sebagai Menko Perekonomian membuat semakin di atas angin. Djayadi pun memprediksi Airlangga telah mengantongi restu dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
“Itu restu dari Jokowi. Saya kira itu akan dibaca oleh pengurus Golkar secara umum sebagai restu bahwa Pak Airlangga-lah yang lebih dianggap cocok untuk menjadi Ketum Golkar,” ungkap Djayadi, Selasa (5/11/2019).
Djayadi mengatakan, akan berbeda keadannya jika Presiden Jokowi membuat aturan atau kebijakan ketua umum partai tidak boleh menjadi menteri atau rangkap jabatan. Jika hal tersebut terjadi, tentu bisa membuat Airlangga harus mundur dari Menko Perekonomian atau sebaliknya, mundur dalam perebutan kursi Ketum Golkar.
“Tapi sepertinya itu tak mungkin. Kalau punya kebijakan itu, Prabowo Subianto (Ketum Gerindra) juga harus mundur dong, Suharso Monoarfa (Ketum PPP) juga,” tuturnya.
Baca Juga : Hasil Rapat Pleno Golkar, Tetapkan Munas Dilaksanakan 4 hingga 6 Desember
Sebelumnya Djayadi menduga Airlangga akan kembali duduk sebagai Ketua Umum Golkar secara aklamasi. Namun, melihat perkembangan dengan kembali munculnya nama Bambang Soesatyo sebagai penantang, maka Munas Golkar akan memanas.
“Dugaan saya, sudah ada kesepakatan-kesepakatan secara internal antara faksi Pak Bambang Soesatyo dengan faksi Pak Airlangga Hartarto,” ucap Djayadi.