JAKARTA – Tim Advokasi Novel Baswedan meminta PDI Perjuangan ‘menertibkan’ atau menegur kadernya Dewi Tanjung yang dinilai berulah dengan melaporkan Novel ke polisi dengan tuduhan melakukan rekayasa kasus teror penyiraman air keras. Perbuatan Dewi dinilai membawa kegaduhan.
“Oleh karena itu layak partai menegur kadernya karena yang dilakukan Dewi Tanjung serius sekali,” kata nggota Tim Advokasi Novel Baswedan, Asfinawati kepada Okezone, Minggu (10/11/2019).
Baca juga: Nasibmu Novel Baswedan: Disiram Air Keras, Dituding Taliban hingga Dilapor ke Polisi
Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) itu menilai banyak serangan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melibatkan politisi PDIP.
“Bisa begitu tapi kami punya rilis soal ini yaitu banyak sekali kebetulan (diduga) yang melibatkan politisi PDIP dalam hal serangan kepada KPK,” tuturnya.
Asfinawati menilai laporan Dewi Tanjung bisa memutar balikkan fakta seolah-olah Novel Baswedan menjadi pelaku rekayasa penyiraman air keras. Padahal, menurutnya, Novel adalah korban dari kebiadaban pelaku yang tidak bertanggung jawab.
Baca juga: Novel Baswedan Korban, Tak Bisa Dituntut Pidana dan Perdata
Dia juga menyoroti langkah terpidana kasus korupsi OC Kaligis yang mengungkit kasus penganiayaan pencuri sarang burung walet yang menyeret Novel Baswedan. Kasus itu merupakan perkara lawas saat Novel masih menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu.