Menurut Asfinawati, rentetan laporan yang menyasar Novel merupakan serangan sistematis terhadap agenda pemberantasan korupsi. Dia juga menyebut ini merupakan perlawanan balik dari para koruptor, dalam hal ini adalah OC Kaligis.
“Pertama dia ini (OC Kaligis) kan punya konflik kepentingan karena dipenjara hasil dari penyidikan KPK. Hal ini jelas perlawanan balik dari koruptor. Ini serangan sistematis memang,” tukasnya.
Wakil Direktur Madrasah Anti Korupsi (MAK), Gufroni, menyebut laporan yang menyasar Novel merupakan serangan sistematis untuk ‘menghabisi’ penyidik senior lembaga antirasuah itu. Gufroni pun berharap agar Dewi Tanjung diganjar sanksi pemecatan oleh PDIP, kendati yang bersangkutan melapor atas nama pribadi.
“Saya kira ini sebuah serangan yang sistematis untuk ‘menghabisi’ Novel,” ucapnya. “Seharusnya dia diberi sanksi pemecatan karena dia salah satu kader. Meski dia atas nama pribadi bukan atas nama partai.”
(Salman Mardira)