Sesaat sebelum Morales mengumumkan pengunduran dirinya, saluran TV Bolivia menayangkan cuplikan dari apa yang mereka katakan adalah pesawat kepresidenan yang berangkat dari bandara Internasional El Alto. Dilaporkan bahwa pesawat membawa Morales ke kubu politiknya Chimore di Departemen Cochabamba, 300 kilometer timur La Paz, sebuah kota tempat ia mengumumkan pencalonannya kembali pada Mei.
Video dari La Paz, di mana banyak terjadi demonstrasi anti-Morales baru-baru ini, menunjukkan kerumunan orang bersorak setelah pengumuman pengunduran diri sang presiden.
Berkuasa di Bolivia sejak 2006, Morales mendapatkan reputasi sebagai pembela sosialisme yang gigih dan kritikus keras kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS). Pada 2018, pengadilan tertinggi Bolivia memutuskan bahwa ia bisa mencalonkan diri untuk keempat kalinya.
Setelah pemilihan Oktober yang ketat, terjadi demonstrasi baik dari pendukung dan penentang Morales di seluruh negeri. Meski beberapa protes anti-pemerintah berlangsung damai, sebagian lainnya menyebabkan kerusuhan di kota-kota besar, bentrokan dengan polisi, dan serangan terhadap politisi pro-pemerintah.
BACA JUGA: Dideteksi Menderita Tumor, Presiden Bolivia Jalani Operasi Darurat
Pada Sabtu, pengunjuk rasa membakar rumah gubernur kota Oruro, Víctor Hugo Vásquez, yang berdiri di samping presiden ketika ketegangan meningkat.
Morales menekankan bahwa pengunduran dirinya tidak berarti bahwa kasus sosialis dikalahkan.
"Ini (pengunduran diri) bukan pengkhianatan. Perjuangan terus berlanjut. Kami adalah rakyat," katanya.
(Rahman Asmardika)