Lebih jauh ia mengatakan, ada sisi menarik dalam kasus ini, dimana pelaku menggunakan seragam ojek online untuk mengelabui petugas dan lolos sehingga meledakkan.
"Yang menarik menggunakan kostum ojol, tapi itu bukan hal baru karena itu hanya bagian dari penyamaran untuk memudahkan masuk ke bagian yang disasar. Ini menjadi leluasa karena pilihan kamuflase untuk nembus pengamanan itu mudah," paparnya.
Fahmi menduga, ada sedikit kelengahan dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap mereka yang masuk kedalam Polres tersebut. Untuk itu menurutnya perlu dilakukan evaluasi dan peningkatan keamanan di tubuh Polri.
"Keamanan fasilitas kepolisian kita, karena bagaimanapun boleh dibilang cukup rentan dengan serangan seperti ini. Polrestabes itu kan fasilitas pelayanan publik, terbuka 24 jam jadi sulit menetapkan standar keamanan di Mapolrestabes ini karena kalau ditingkatkan dengan standar tinggi seperti di militer itu akan mengganggu pelayanan," tukasnya.
(Edi Hidayat)