Jika Munas Berujung Voting Bisa Bahaya bagi Keutuhan Partai Golkar

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis
Rabu 13 November 2019 15:41 WIB
ilustrasi
Share :

Hendra menilai situasi menjelang munas tahun ini kurang kondusif. Friksi-friksi kian menguat. Dia juga menyebut, tidak menafikan kemungkinan adanya politik uang. "Bagaimana tidak? Kalau calonnya lebih dari satu, bisa saja. Sekarang, selain Pak Airlangga dan Pak Bambang Soesatyto, juga Pak Agus Gumiwang Kartasasmita dan Pak I Indra Bambang Utoyo," kata dia.

"Ketika Pak Airlangga berkunjung ke Babel sekitar empat bulan lalu saya sebenarnya sudah mengusulkan agar penetapan ketua umum di munas diarahkan pada aklamasi. Itu empat bulan lalu, sekarang sepertinya sulit, calonnya lebih dari satu," imbuhnya.

Walau demikian, Hendra Apollo juga mengutarakan keyakinannya bahwa kader-kader Partai Golkar sudah dewasa untuk mencermati dinamika yang terjadi dan ancaman perpecahan. "Sejarah membuktikan bahwa Golkar selamat dari konflik sebesar apa pun. Saya masih percaya itu. Golkar itu partai besar," katanya.

Hendra Apollo mengingatkan juga bahwa peristiwa akbar dari Partai Golkar seperti munas ini tentunya menjadi pusat perhatian dari partai-partai lainnya, yang sejatinya adalah pesaing Golkar. Mereka menantikan momen-momen yang terjadi dari munas nanti.

"Jangan sampai kader-kader partai lain menari-nari di balik penderitaan kita," katanya.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya