Dia menilai niatan pelaku memakai jaket berlogo salah satu penyedia layanan ojek online adalah untuk mengelabui polisi yang berjaga di lokasi kejadian.
"Ini bentuk mengelabui supaya tidak dicurigai, dengan menggunakan identitas ojek online maka pelaku relatif dianggap bukan sebagai ancaman," ujarnya.
Sekadar informasi, ledakan terjadi di Mapolrestabes Medan. Pelaku yang memakai jaket ojek online itu diduga melakukan bom bunuh diri. Akibat peristiwa itu, enam orang luka-luka serta sejumlah kendaraan rusak.
Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pelaku menggunakan bom pinggang dalam melancarkan aksinya. Material bom terdiri dari baterai, plat besi metal, paku, irisan kabel dan lain sebagainya.
(Qur'anul Hidayat)