Tak hanya Kasidah yang tampil dalam pergelaran akbar tersebut, namun pembukaan acara Pesparani Katolik I di Provinsi Papua juga dilakukan oleh tokoh muslim, yakni Dr. H Muhammad Musa'ad yang juga merupakan Asisten II Setda Provinsi Papua.
Ketua Panitia I Pesparani Katolik di Provinsi Papua, FX Mote menyebutkan pesan dalam Pesparani adalah ingin menunjukan Papua tanah damai dan tetap hidup berdampingan antar umat beragama dari segala ras, suku dan agama.
"Tema besar kegiatan ini adalah sukacita memuji Tuhan. Masyarakat dari seluruh agama di Papua menjunjung tinggi toleransi dalam kehidupan sehari-hari dengan damai," jelasnya.
Dikatakan, untuk pembukaan Pesparani yang dilakukan oleh Tokoh Muslim tersebut, FX Mote mengaku hal tersebut baru kali pertama dilakukan dalam ajang akbar umat Nasrani.
"Kita mau sampaikan bahwa dengan ini semua, kita di Papua ini adalah satu kesatuan. Dengan hadirnya umat lain dalam acara ini, kita sampaikan pesan itu keseluruh Indonesia bahwa mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa, dengan menjaga toleransi antar umat beragama,"ucapnya.
Pesta paduan suara gerejani katolik atau Pesparani I di Provinsi Papua dilaksanakan mulai 14 hingga 18 November 2019.
Peserta Pesparani I di Provinsi Papua diikuti oleh 14 dari 29 Kabupaten/Kota, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, Jayawijaya, Deiyai, Dogiyai, Nabire, Merauke, Asmat, Mappi, Biak, Yahukimo, Kepulauan Yapen dan Kabupaten Waropen, dengan total keseluruhan 1.700 lebih peserta lomba dan official.
Lomba Pesparani akan dilaksanakan pada 4 lokasi yakni Gereja Kristus Terang Dunia Waena, LPMP Kotaraja, Gereja PNIEL Kotaraja, STFT Fajar Timur Abepura dengan memperlombakan 13 mata lomba
"Nantinya pemenang dalam pesparani ini akan diikutkan dalam pesparani nasioanl II pada Nov 2020 di kota kupang provinsi Nusa Tenggara Timur," tutup FX Mote.
(Khafid Mardiyansyah)