Pemprov DKI Diminta Lebih Selektif Tebang Pohon

Fadel Prayoga, Jurnalis
Jum'at 15 November 2019 16:04 WIB
Pemprov DKI Jakarta berencana menebang pohon-pohon berukuran besar yang ada di Jalan Kramat Raya, Jakpus. (Foto : Okezone.com/Arif Julianto)
Share :

JAKARTA – Pengamat Perkotaan dari Universitas Trisakti, Nirwono Yoga menyayangkan keputusan Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman DKI Jakarta yang melakukan penebangan pohon secara asal-asalan demi revitalisasi trotoar di beberapa ruas jalan. Padahal seharusnya sebagai SKPD yang bertanggung jawab seharusnya mereka bisa melakukan perawatan.

"Dinas Kehutanan jelas tidak serius merawat pohon. Kalau pohon itu keropos harusnya diselamatkan," ujarnya kepada wartawan, Jumat (15/11/2019).

Menurutnya, aksi penebangan pohon dalam proyek revitalisasi trotoar sudah sepatutnya dihentikan. Sebaliknya, Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman harus melakukan audit dan meregistrasi pohon yang ada selama ini.

"Pohon layak diperlakukan seperti warga yang memiliki identitas dan teregistrasi sehingga keberadaan dan kondisi pohon dapat mudah dilacak dan diketahui statusnya," katanya.

Nirwono menyayangkan, dengan alokasi anggaran yang besar, Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman DKI seharusnya bisa memetakan lokasi dan kondisi pohon menggunakan teknologi global positioning system (GPS). Sehingga data terkini mengenai pohon yang sehat, sakit, dan akan tumbang dapat diketahui secara rinci dan akurat.

"Jika ada pohon yang sakit dirawat, pohon berlubang ditambal, pohon keropos atau akan tumbang ditebang dan segera diganti pohon baru," katanya.

Ia juga menganggap Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman DKI sembrono karena telah melakukan penebangan pohon tanpa membuat kajian yang matang. Terlebih, pohon yang ditebang berfungsi untuk menyerap polutan dan sebagai paru-paru kota.

"Kalau alasannya keropos dan takut tumbang dasarnya apa? Harus disertai dengan kajian yang tepat," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman DKI Jakarta, Suzi Marsita, menganggap penebangan itu bagian dari program kerjanya meremajakan pohon di pinggir jalan. Pohon yang ditebang adalah yang dianggap sudah keropos dan mudah tumbang.

"Karena pohon-pohon itu sudah cukup tua. Nah, pohon tua itu khawatir banyak batang yang sudah keropos, dikhawatirkan tumbang," ujar Suzi saat dihubungi, beberapa waktu lalu.


Baca Juga : Akarnya Merusak Drainase & Jalan, Pohon Besar di Cikini Ditebang

Menurut Suzi, di kawasan Cikini itu sedang banyak dilakukan pekerjaan seperti galian kabel dan penataan trotoar. Selain itu, jika pohon tumbang, ruas jalan yang tidak lebar membuatnya dapat membahayakan masyarakat sekitar.

"Dikhawatirkan musim hujan ini menjadi tumbang. Sementara ruas jalan di situ kan kecil. Hanya 7 meter ruas jalannya. Kalau tumbang kan mencelakakan orang sebagai pengguna jalan," ujar Suzi.


Baca Juga : Ketua DPRD DKI Kritik Penebangan Pohon yang Dinilai Asal-Asalan

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya