Mengacu pada jajak pendapat periodik tersebut, citra positif TNI sempat terpuruk pada 1999. Saat itu, hanya 24,6 persen publik yang masih memandang TNI dengan kacamata positif. Setelah reformasi, TNI perlahan menanggalkan kesan angker ala Orde Baru.
Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya apresiasi publik menjadi 57,8 persen pada 2001. Kepercayaan publik makin menguat pada 2009 sampai 2015 dengan apresiasi di sekitar angka 70 persen. Pada 2017, kepuasan mendekati angka sempurna, yaitu 92,3 persen.
Dalam jajak pendapat dua tahun lalu (2017), TNI digambarkan sebagai sosok yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari orang biasa. Sebanyak 36,6 persen publik menganggap status militer lebih tinggi dibandingkan dengan kedudukan masyarakat sipil. Kesan dominan masih melekat pada TNI.
Dan ini juga bisa di lihat dari hasil penelitian Kompas Oleh Fabio Maria Lopes Costa , Tingkat kepuasan publik di tiga bidang yaitu dari segi HAMdan Menjaga negara dari ancaman asing serta Tugas TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI menurun, tetapi tetap berada di atas 70 persen. Dari segi HAM, terjadi penurunan 10,8 persen dari 82,7 persen pada 2017 menjadi 71,9 persen pada tahun ini. Sementara dalam hal menjaga negara dari ancaman asing, angkanya turun 5,3 persen menjadi 75 persen. Tugas utama TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI mendapatkan skor kepuasan tertinggi, yaitu 82,8 persen.
Tantangan Pada era keterbukaan informasi, TNI mulai meruntuhkan tembok tinggi pembatas sipil dan militer dengan berbagi kegiatan anggota melalui akun @Puspen_TNI di kanal-kanal media sosial. Langkah ini menjadi salah satu upaya efektif untuk menghapus citra eksklusif tak terjamah.
Hampir separuh responden mengikuti akun tersebut. Secara keseluruhan, 33 persen responden mengaku mengikuti saja, sementara 10,5 persen di antaranya memantau secara aktif kegiatan TNI yang diinformasikan di kanal tersebut.
TNI juga didorong untuk menjadi lembaga pertahanan yang memiliki teknologi dan sumber daya manusia yang andal dalam era siber. Masih ada 23,4 persen publik yang belum yakin bahwa TNI mampu menghadapi perang siber dari negara lain.
Tantangan ke depan kian berat. Namun, yang tentunya dengan dukungan publik,TNI diharapkan lebih tangguh menjaga negeri. Tentu nya Tidak ada yang tidak bisa dalam setiap usaha mencapai kebaikan, saya yakin TNI dengan kepemimpinan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan juga didukung bersama Rakyat menjadi lebih besar dan dapat di andalkan dalam menjaga NKRI.
Oleh : Mukti Arja Berlian
(Angkasa Yudhistira)