"Mereka pasti bermain sendiri-sendiri. Bersalto ria dan berloncat indah dalam dukung mendukung caketum Golkar," sambung pria yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu.
Baca juga: Dedi Mulyadi Harap Tak Ada Kegaduhan di Munas Golkar
Peta dukungan DPD I dan DPD II ini juga, menurut Ujang, sekaligus menegaskan bahwa Airlangga adalah Caketum yang lingkup dukungannya lebih banyak dari elite saja dan tidak mengakar, sementara Bamsoet dinilai lebih mengakar.
"Dukungannya lebih banyak datang kelompok akar rumput, yakni DPD tingkat Kabupaten dan Kota," jelasnya.
Menurutnya, Airlangga adalah seorang politisi yang memang dari awal berasal dari keluarga elite, jadi tidak terbiasa dengan gerakan akar rumput. Sedangkan Bamsoet itu orang yang tumbuh dari bawah.