Dia telah menyarankan upah rendah Thailand dapat mengukur daya saing di pasar internasional, dibandingkan dengan perusahaan ganja asing yang lebih besar di mana biaya produksi jauh lebih tinggi.
Anutin percaya Thailand bisa mendapatkan keunggulan kompetitif untuk ekspor ganja.
Universitas Maejo dilaporkan telah mengembangkan jenis ganja yang disebut "Issara" (kemerdekaan), yang menawarkan 1: 1 persentase tetrahydrocannabinol (THC) dan cannabidiol (CBD), menurut Asia Times.
Thailand menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang melegalkan ganja medis dan kratom, pada 2018. Meski demikian ganja yang digunakan orang dewasa tetap ilegal di negara itu, dengan ancaman hukuman penjara.
(Rachmat Fahzry)